Berbagi ilmu dan pandangan

Perundangan mengenai sumber daya air

Sutrisno ngerjain TA mendingan berbagi ilmu, berhubung TA mengenai kebijakan air, berkutatlah dengan Perundangan air di Indonesia, peraturan gak akan berjalan baik kalo kita tidak mengenalinya, Berikut Nama perundangan dilengkapi link mengunduh, semoga bisa membantu pembaca🙂 dan doakan TA saya lancar

(*)UU no 7 tahun 2004 Mengenai Sumber Daya Air

(*)PP no 42 tahun 2008 mengenai Pengelolaan Sumber Daya Air

(*)Kepmenlh No. 115 tahun 2003 Mengenai pedoman penentuan baku mutu air

(*)Permenkes NOMOR 907/MENKES/SK/VII/2002 Syarat-syarat dan kualitas air minum

(*)PP No 82 TAHUN 2001 mengenai pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air

(*) UU no.23 tahun 1997 mengenai LH di update menjadi –> UU no 32 tahun 2009 mengenai LH juga

adakah perundangan lain?

2 responses

  1. dan pertanyaannya sudah sesuaikah kualitas air yg digunakan skrg dgn peraturan2 dan UU itu?
    masih banyak daerah2 yg airnya keruh, bau kaporit, dan ada bbrp yg airnya kuning. apa ga ada standar mutu air di PDAM jadi bisa beda2 gitu kualitas air PDAM di masing2 tempat

    November 22, 2010 at 5:45 AM

    • untuk kualitas air seharusnya mengacu kepada undang-undang permenkes & kepmenlh ini, menurut analisis saya

      1. masalah air bau kaporit = kaporit merupakan senyawa desinfeksi yang berfungsi membunuh kuman n bakteri, hal ini terkadang digunakan penggunaan berlebih untuk “membersihkan” distribusi air untuk menjaga kualitas air dari aspek mikrobiologi (kuman/bakteri) sepanjang pipa sambungan,
      2. beberapa keruh = tiap sumber mata air memiliki kondisi masing2 yang terkadang berbeda, untuk air keruh tersendiri dimungkinkan karena padatan terlarut sumber meningkat tinggi (bisa diakibatkan curah hujan tinggi-air jadi sangat keruh) dan pengolahan air yang dilakukan tidak sesuai dengan beban yang seharusnya diatasi
      3. air bewarna kuning = dimungkinkan kadar besi terlarut tinggi, umumnya karena sumber air adalah air tanah

      nah, hasil kualitas air PDAM beda2 bisa diakibatkan…
      1. Karakteristik sumber air di tiap daerah berbeda
      2. karakteristik sumber air berubah2 secara signifikan
      3. Pengolahan dalam PDAM buruk/tidak sesuai dgn desain yang diharapkan
      4. terjadi kebocoran sepanjang saluran distribusi

      sekilas info, pada tahun 2007, Berdasarkan catatan dari 318 PDAM yang telah diperiksa baru 254 dan dari jumlah itu 44 PDAM di antaranya dinyatakan sehat, 110 kurang sehat dan 100 `sakit`. (wah seharusnya banyak kerjaan buat saya dong) sumber ini

      singkatnya, kualitas yang diharapkan sama, hasilnya mungkin tidak sama…
      oh iya kualitas untuk air berbeda tergantung penggunaannya (air minum/air bersih/air rekreasi dll) diatur di PP no. 82 kalau tidak salah…

      semoga jawaban membantu🙂

      November 30, 2010 at 10:03 AM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s