Berbagi ilmu dan pandangan

Add as friends after FIM 10

landak

Karena memang gak ada kerjaan Diputuskan untuk datang H-1 kegiatan Forum Indonesia Muda, tepatnya hari rabu tanggal 27 april. Pikiran tercampur aduk, semangat kembali bertemu ketemu teman entah siapapun yg setahun lalu bertemu, tapi cemas bakal mati gaya karena gk tau apa-apa apalagi dalam persiapan2 sebelumnya tidak bisa membantu sama sekali. Walau sempat tersesat hingga plasa cibubur dan terjebak hujan, Jam 4 sore sampailah saya di Taman Wiladatika, dan rasa cemas hilang ketika disambut hangat oleh panitia yg sudah hadir terutama oleh bunda Tatty🙂

Forum Indonesia Muda 10, telah dilaksanakan 28 april – 1 maret lalu telah usai, tema yg diusung kali ini adalah Leaderpreneurship, bidang yg asing bagi saya, justru karena itu jadi ingin datang🙂, karena pengen jadi panitia yg bisa denger pembicara tanpa gangguan, serta dapat berhubungan dengan peserta, jadi fasilitator merupakan sasaran yg tepat, untung datang H-1, dan ada satu slot kosong sebagai fasilitator kelompok, itupun dapet sebagai pengganti panitia yg gk bisa full jadi fasil hehehe,,,

Sudah curcolnya, jadi menu yg bisa dishare kepada para pembaca budiman dari kegiatan ini:

1. Jumlah Wiraswasta–> Kestabilan ekonomi

Persentasi para wiraswasta dibandingkan jumlah penduduk di Indonesia. Wiraswasta ini penting bagi penggerak ekonomi negara, dan menjadi pembuka lahan pekerjaan bagi orang lain, menurut situs ini jumlah persentasinya adalah 0.18%, kalau dibandingkan dengan negara berpenduduk besar lain, AS 11% dan cina 4%. Menurut artikel pada sumber tersebut juga dikatakan negara akan stabil bila jumlah wiraswasta >2%
Ya, intinya kalau jumlah penduduk Indonesia menurut wikipedia masih 238 452 952 jiwa butuh 4 339 843 entrepreneur lagi lah…o_O

2. Kapan bikin usaha?

Nah hal ini yg unik dari setiap pembicara yg saya dengar, masing2 memiliki pandangan berbeda, pada seminar wiraswasta yg dulu pernah diikuti, dengan pembicara bapak Budhi Hendarto, berkata bahwa “kalau mau bikin usaha gak usah banyak pikir, coba saja” , berbeda dengan pak Bambang Sutantio ( Pendiri Cimori, red) yang menyarankan kita cari tau bidang yg ingin kita geluti, bekerja saja dahulu untuk mencari pengalaman. OK, kalau hal ini saya sependapat dengan pak bambang.

3. Usaha apa?

Untuk jenis usaha, bebas, jauh lebih baik bila disesuaikan dengan minat. Disarankan oleh pembicara yg juga investor (lupa namanya) lebih baik ambil usaha di bidang yang sedang ngetrend, atau istilah beliau “wavenya lagi mau naik”. Jadi beliau ini selaku investor, enggan untuk memberi invest kepada usaha2 yang “tidak ikut trend” ngomong2 usaha ikut trend, sahabat saya tampaknya bermain baik dalam mengikuti trend, dalam kurun waktu 1 tahun dia sudah bermain penjualan Apple (Merek dagang, bukan buah. red) , dengan modal “nol” rupiah, diawali dengan penjualan silikon keyboard , stik game PC yg sekarang gulung tikar, dan Motorola. Ya, dia mengikuti perkembangan dimana saat2 ini mahasiswa udah punya laptop masing2, dan membutuhkan acc. penunjang yang murah meriah, Dia mengikuti trend “penjualan online” dimana harga bisa jadi lebih murah (cek aja “Sillikoya” di kaskus) dengan syarat: Harus menjadi orang yang cermat, ulet dan telaten.

Oh iya, kembali bicara usaha apa, Kalau Bang Pandji Pragiwaksono bilang (pembicara juga) , “Lebih baik sedikit lebih beda, daripada sedikit lebih baik”, lanjutnnya “Ibarat dalam setumpuk jarum yang serupa, jika kita membuat jarum dengan kualitas lebih baik dari yg lainnya akan lebih menarik jika kita membuat jarum bewarna hijau”

Diantara banyak jenis usaha yang menghasilkan banyak uang, Jenis usaha socio-entrepreneur saya rasa merupakan jenis usaha yg paling banyak menghasilkan pahala😛, contoh yg sukses adalah usaha susu pasteurisasi dari pak bambang, yang mengembangkan perekonomian peternak sapi karena bimbingan yang diberikan dan harga susunya yang dijual tinggi, sesuai dengan kualitas yang diharapkan dalam produk susu pasteurisasinya. Contoh sederhana lain masih merupakan ide yang sedang dijalankan oleh salah satu peserta FIM, yaitu tyas, dia sedang mengembangkan usaha pembuatan kalung handmadenya dimana anak jalanan akan dilatih dan dibimbing untuk menjadi pembuat kerajinan tersebut.

4. Modal darimana?

Nah untuk modal, ada yang menggunakan modal nol rupiah *contoh teman saya diatas* dari kecil2an hingga besar, kalau pak bambang kasusnya beliau menjual tanah keluarganya sebagai jaminan, atau mencari investor.Kalau usaha masih berupa ide yg ingin dijalankan, carilah “venture advisor” contohnya via online disini, kalau ingin mengembangkan bisa menggunakan jasa bank.

Yah kira-kira itu yang bisa disharing mengenai para pembicara2 yg seru dari kegiatan FIM tahun ini. sebagai penutup, kesan dari kegiatan FIM ini sangat menyenangkan, banyak ide-ide kreatif bermunculan, memperluas jaringan, cari jodoh, membuat tali silaturahmi baru pemuda antar pulau (yang ini sangat penting), dan kembali sibuk “Add as Friend” di fesbuk😛

nb: mengapa landak ini dijadikan gambar? Semata mata karena lucu untuk menunjukkan salah satu usaha unik yang ditawarkan panitia lho😀

2 responses

  1. panitianya mau jualan landak? :woot:

    May 7, 2011 at 6:37 AM

  2. wow. ada anak TL nya ga kak jadinya?

    May 27, 2011 at 4:09 PM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s